Showing posts with label Ponorogo. Show all posts
Showing posts with label Ponorogo. Show all posts

Monday, May 26, 2014

Razia Kafe, Petugas Amankan 3 Orang





Berkahnya komputer,Ponorogo-Menjelang datangnya bulan suci ramadhan dan menjelangnya pemilihan presiden, kapolres ponorogo menjalankan razia di sejumlah kafe remang-remang di ponorogo, “kita menggelar razia ini guna menciptakan kondisi yang suci menjelang tibanya bulan ramadhan” ungkap AKP agung abadi kasat narkoba kapolres ponorogo.
HBI tempat pertama kita singgahi dalam razia malam ini yang berada di siman namun petugas tidak mendapati adanya temuan barang-barang haram yang diduga sebagai pemicu kriminal, selanjutnya kita singgahi tempat karaoke galaxi yang berada di kecamatan balong di tempat ini kami mendapati 5 liter bir arjo (arak jowo) dari warung milik Sri Supatmi (49) ini juga mendapatkan tiga orang yang sedang mengkonsumsi Miras yang menurut pengakuanya miras tersebut dibelinya di tempat lain yang berada di dalam pasar balong.
Razia dilanjutkan ke sumoroto untuk merazia di tempat karaoke, di sini petugas juga mengamankan tiga pengunjung yang sedang mengkonsumsi miras serta temanya yang memandu lagu indah nan asoy.
“ Semua barang-barang dan pelaku yang sudah kita amankan dan di jerat dengan undang-undang tentang kesehatan no 23 tahun 29 dan pasal tipiring “ tandas AKP Agung abadi
Sumber : Reog.tv

Monday, May 19, 2014

Dua Gadis Korban Pembunuhan, Ternyata SMK di Wonogiri

Di dalam gubuk, korban yang ke dua di temukan yang di temukan di area kebun jagung pacitan Di luar gubuk, korban pertama yang di temukan di area kebun jagung pacitan




PACITAN – Misteri di kota Pacitan dua mayat korban pembunuhan di kebun jagung di Pacitan, Jawa Timur,  kini mulai terungkap. Diketahui, kedua korban ternyata merupakan siswi SMK di Wonogiri, Jawa Tengah. Keduanya dianiaya hingga tewas.
Dua mayat perempuan itu yang diduga korban pembunuhan di kebun jagung desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan, merupakan siswi kelas 3 SMK Pancasila Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tegah.

Satu korbanya bernama Novita Yuliani (18 tahun) yang ditemukan di dalam gubuk dengan luka memar di wajah, dan terdapat bekas jeratan tali di lehernya. Sementara satu korban lainnya, yang ditemukan di luar gubuk bernama Eka Fitriani (18 tahun), Eka ditemukan dalam kondisi tertelungkup di antara tanaman jagung tersebut. Selain satu sekolah, kedua korban adalah teman satu desa, yakni desa Sumber, Kecamatan Jatiroto, Wonogiri.

Hari Rabu (14/5) Kedua teman ini telah meninggalkan rumah sejak siang, dan kepada keluarganya mereka berpamitan untuk pergi ke rumah teman lainnya, di kawasan Slogohimo, Wonogiri. Namun, setelah sampai malam hari tidak kunjung pulang, keluargapun melakukan pencarian dan lapor ke kantor Polisi.

Hari Kamis (15/5), keluarga korban mendapat informasi dari Polisi perihal penemuan mayat tersebut. Sontak keluargapun berangkat ke Pacitan dan melakukan identifikasi pada korban. Dari ciri fisik dan pakaian yang digunakan, dipastikan keduanya memang dua remaja keluarga mereka yang menghilang sejak Rabu kemarin , yakni Novi dan Fitri.
Menurut Wagianto, keluarga korban, sebelum menghilang mereka sempat mengirimkan pesan singkat jika belum ingin pulang. Namun karena sampai malam hari mereka tidak pulang akhirnya keluarga was-was dan melakukan pencarian yang di bantu oleh polisi.

Dalam sms tertulis “kalau belum ingin pulang, tapi ketika ditunggu sampai malam tidak pulang kami was-was, dan kami cari. Dan baru tahu setelah ada kabar dari Polisi kalau ada penemuan mayat ini. Ternyata memang benar mereka keluarga kami,” terang Wagianto.
Meski sudah diketahui identitasnya, Polisi masih akan melakukan otopsi pada dua korban untuk mengetahui penyebab pasti kematian kedua gadis belia tersebut.

Sementara itu atas kasus ini, Polres Pacitan telah mengamankan ZA, warga Kecamatan Kismantoro, Wonogiri. Ia diduga sebagai pelaku pembunuhan kedua siswi SMK tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, Polisi belum mengeluarkan pernyataan resmi, dan pria tersebut kini masih menjalani pemeriksaa intensif di Satreskrim Polres Pacitan.

Semoga berita yang saya berikan ini bermanfaat khususnya bagi kaum muda agar tidak sembarangan memilih teman dekat bisa saja teman kita akan berbuat jahat pada kita, dan untuk para orang tua untuk menjaga anaknya lebih baik lagi sehingga tidak akan terjadi lagi peristiwa seperti di atas.

Salam Hot News Berkahnya Komputer.blogspot.com

Friday, May 16, 2014

Waspada! Demam Berdarah Mulai Ganas di Ponorogo, Kakak beradik Tewas



Ponorogo - Sangat memprihatinkan keadaan kakak beradik yang bertempat tinggal di jalan kamboja, purbosuman, ponorogo. Bagaimana tidak kakak dan adik ini tewas akibat serangan wabah Demam Berdarah.

Korban meninggal adalah anak pasangan suami istri Danang Suryo Putro (35) dan Rizki Rahmania (31). Kedua korban meninggal, Bagus Amijaya (8 tahun), Salwa alias Wawa (7 tahun). Korban wawa meninggal, hari Kamis (15/5) sekitar jam 21.00 WIB malam.


Korban yang meninggal ini adalah korban demam berdarah yang ke mungkin sudah ke sekian kalinya. Sebelumnya, sudah banyak warga setempat yang terkena serangan demam berdarah tapi masih bisa di selamatkan.

“Sudah sebulan banyak yang kena DB, ada sekitar 10 orang. Dua yang meninggal,” kata Suharto, tetangga korban. Masyarakat resah, karena ada serangan yang sudah menelan korban jiwa ini tapi belum ada tanggapan dari pemerintah untuk menangguangi wabah ini.

Korban masuk bersama sama ke RSU Aisiyah, Rabu (14/5) siang. Sang kakak Bagus, meninggal sekitar jam 20.30, setelah korban dirawat sekitar 6 jam di rumah sakit yang sama pula. Adiknya, Salwa, dirujuk ke RSUD dr. Sudhono Madiun, namun akhirnya meninggal pada Kamis (15/5) malam, atau selang 25 jam berikutnya.

Warga berharap, pemerintah segera turun tangan melakukan fogging (penyemprotan). “Sebenarnya sudah telat, kalau sekarang baru difogging, karena sudah ada korban meninggal. Tapi gimana lagi, harus tetap di fogging juga?” Kata salah satu warga agar tidak ada korban selanjutnya.

Turut prihatin dengan kejadian ini.

Salam News Ponorogo

Tuesday, May 13, 2014

Konser Wali Band Ricuh, Dua Penonton Diamankan




PONOROGO – Konser musik bertajuk “ROCK DUT” yang digelar oleh sebuah pabrik rokok diwarnai kricuhan. Sejumlah pemuda terlibat saling lempar sandal hingga baku pukul, hingga membuat petugas polisi turun di kerumunan massa untuk yang terlibat kericuhan.
Konser yang berlangsung di alun-alun Ponorogo pada Sabtu (10/5), dari sore hingga malam hari itu memang berhasil menggundang ribuan masyarakat Ponorogo untuk datang ke alun-alun. Tak hanya itu, petugas polisi pun sempat menutup semua akses kendaraan bemotor dari arah Timur yang menuju alun-alun, akibat makin membludaknya masyrakat yang ingin menonton konser tersebut.
Sementara, di dalam alun-alun, di dekat panggung penonton yang berjubal pun makin berjoget dalam berdesak-desakan saat band Wali tampil. Kerasnya joget membuat penonton saling bersenggolan. Beberapa di antaranya juga melemparkan sandal ke arena joget. Sontak hal itu membuat suasana memanas dan terjadilah aksi adu pukul di antara pengunjung dan saling membalas pelemparan sandal.
Petugas yang turun sempat kewalahan dengan aksi para penonton yang rusuh, hingga akhirnya bertindak tegas dengan menangkap dan mengamankan dua orang pemuda, yang dianggap sebagai biang kerok.
Sejatinya, polisi dan anggota Brimob Madiun berkali-kali berusaha meredam emosi penonton yang meninggi, namun adu pukul tetap sulit terelakkan. Tak hanya ricuh antara penonton, beberapa penonton yang ada di depan pun terpaksa harus dievakuasi karena pingsan akibat terjepit. (raden/reog.tv)